Blog

  • SELAMAT DATANG DI SEKOLAH: AWAL DARI PETUALANGAN BARU!

    Tahun ajaran baru selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu, terutama bagi siswa baru yang memulai perjalanan mereka di sekolah yang belum pernah mereka kenal sebelumnya. Suasana baru, guru baru, teman baru, dan cara belajar yang mungkin berbeda, itu semua bisa menjadi bagian dari proses yang tak selalu mudah. Perasaan gugup, antusias, dan penasaran bercampur menjadi satu membentuk awal dari sebuah petualangan besar yang akan menemani mereka dalam beberapa tahun ke depan.

    Di balik suasana yang masih asing, sekolah baru menawarkan peluang yang bisa dimanfaatkan oleh para siswa. Lingkungan yang nyaman, ruang kelas yang luas, dan fasilitas yang lengkap. Metode belajar pun kini lebih bervariasi dan inovatif. Beberapa guru sudah menggunakan pembelajaran berbasis proyek, diskusi kelompok, hingga pemanfaatan teknologi. Misalnya, siswa bisa mengerjakan tugas kelompok secara online atau mengikuti kuis interaktif melalui aplikasi yang membuat belajar menjadi lebih seru. Ini adalah kesempatan besar untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan teknologi dan kerja sama tim. Sekolah juga menyediakan banyak organisasi dan ekstrakurikuler, mulai dari olahraga, seni, literasi, hingga pramuka. Kegiatan ini cocok untuk mencari pengalaman dan juga memperluas pertemanan dan melatih kepemimpinan.

    Adaptasi di lingkungan baru juga menghadirkan berbagai tantangan. Sebagian siswa mungkin merasa kewalahan dengan aturan baru, seperti pakaian yang berbeda, tata tertib yang lebih ketat atau jadwal pelajaran yang lebih padat. Menyesuaikan diri dengan budaya sekolah atau mencoba berbicara dengan teman baru juga menjadi tantangan. Rasa malu, takut salah atau khawatir tidak bisa diterima dalam lingkungan sosial yang baru adalah hal yang wajar. Namun, hampir semua orang pernah melewati fase yang sama, yang membedakan hanyalah cara kita meresponsnya.

    Agar adaptasi berjalan dengan lancar, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan oleh siswa baru:

    1. Jangan ragu bertanya kepada guru, kakak kelas atau teman jika ada yang belum dipahami.
    2. Menuliskan jadwal pelajaran, lokasi ruang kelas atau nama guru bisa membantu mengurangi kebingungan di minggu pertama.
    3. Ikut serta dalam organisasi atau ekstrakurikuler bisa menjadi cara untuk membangun koneksi dan mengenal lebih banyak teman.
    4. Adaptasi juga butuh waktu yang baik, agar siswa tidak kewalahan dengan tugas maupun kegiatan yang lainnya.
    5. Cerita dan dukungan dari keluarga juga penting untuk menjaga semangat.

    Perjalanan di sekolah baru memang tidak mudah, tapi selalu penuh makna. Dengan sikap proaktif, rasa ingin tahu dan kemauan untuk beradaptasi, setiap tantangan bisa berubah menjadi pengalaman berharga. Jangan takut untuk mencoba belajar dari kesalahan dan membuka diri terhadap hal-hal baru.

    Ingatlah, setiap langkah kecil yang diambil hari ini adalah bagian dari perjalanan panjang menuju masa depan yang cerah. Selamat datang di sekolah tempat di mana petualanganmu dimulai.

    penulis:

    Frisca Alivia Rosyadah (XII-2)

    Putri Padma Sari (XI-2)

  • SELAMAT DATANG DI SEKOLAH: AWAL DARI PETUALANGAN BARU!

    Tahun ajaran baru selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu, terutama bagi siswa baru yang memulai perjalanan mereka di sekolah yang belum pernah mereka kenal sebelumnya. Suasana baru, guru baru, teman baru, dan cara belajar yang mungkin berbeda, itu semua bisa menjadi bagian dari proses yang tak selalu mudah. Perasaan gugup, antusias, dan penasaran bercampur menjadi satu membentuk awal dari sebuah petualangan besar yang akan menemani mereka dalam beberapa tahun ke depan.

    Di balik suasana yang masih asing, sekolah baru menawarkan peluang yang bisa dimanfaatkan oleh para siswa. Lingkungan yang nyaman, ruang kelas yang luas, dan fasilitas yang lengkap. Metode belajar pun kini lebih bervariasi dan inovatif. Beberapa guru sudah menggunakan pembelajaran berbasis proyek, diskusi kelompok, hingga pemanfaatan teknologi. Misalnya, siswa bisa mengerjakan tugas kelompok secara online atau mengikuti kuis interaktif melalui aplikasi yang membuat belajar menjadi lebih seru. Ini adalah kesempatan besar untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan teknologi dan kerja sama tim. Sekolah juga menyediakan banyak organisasi dan ekstrakurikuler, mulai dari olahraga, seni, literasi, hingga pramuka. Kegiatan ini cocok untuk mencari pengalaman dan juga memperluas pertemanan dan melatih kepemimpinan.

    Adaptasi di lingkungan baru juga menghadirkan berbagai tantangan. Sebagian siswa mungkin merasa kewalahan dengan aturan baru, seperti pakaian yang berbeda, tata tertib yang lebih ketat atau jadwal pelajaran yang lebih padat. Menyesuaikan diri dengan budaya sekolah atau mencoba berbicara dengan teman baru juga menjadi tantangan. Rasa malu, takut salah atau khawatir tidak bisa diterima dalam lingkungan sosial yang baru adalah hal yang wajar. Namun, hampir semua orang pernah melewati fase yang sama, yang membedakan hanyalah cara kita meresponsnya.Agar adaptasi berjalan dengan lancar, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan oleh siswa baru:Jangan ragu bertanya kepada guru, kakak kelas atau teman jika ada yang belum dipahami.Menuliskan jadwal pelajaran, lokasi ruang kelas atau nama guru bisa membantu mengurangi kebingungan di minggu pertama.Ikut serta dalam organisasi atau ekstrakurikuler bisa menjadi cara untuk membangun koneksi dan mengenal lebih banyak teman.Adaptasi juga butuh waktu yang baik, agar siswa tidak kewalahan dengan tugas maupun kegiatan yang lainnya.Cerita dan dukungan dari keluarga juga penting untuk menjaga semangat.Perjalanan di sekolah baru memang tidak mudah, tapi selalu penuh makna. Dengan sikap proaktif, rasa ingin tahu dan kemauan untuk beradaptasi, setiap tantangan bisa berubah menjadi pengalaman berharga. Jangan takut untuk mencoba belajar dari kesalahan dan membuka diri terhadap hal-hal baru.Ingatlah, setiap langkah kecil yang diambil hari ini adalah bagian dari perjalanan panjang menuju masa depan yang cerah. Selamat datang di sekolah tempat di mana petualanganmu dimulai.

  • SELAMAT DATANG DI SEKOLAH: AWAL DARI PETUALANGAN BARU!

    Tahun ajaran baru selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu, terutama bagi siswa baru yang memulai perjalanan mereka di sekolah yang belum pernah mereka kenal sebelumnya. Suasana baru, guru baru, teman baru, dan cara belajar yang mungkin berbeda, itu semua bisa menjadi bagian dari proses yang tak selalu mudah. Perasaan gugup, antusias, dan penasaran bercampur menjadi satu membentuk awal dari sebuah petualangan besar yang akan menemani mereka dalam beberapa tahun ke depan.Di balik suasana yang masih asing, sekolah baru menawarkan peluang yang bisa dimanfaatkan oleh para siswa. Lingkungan yang nyaman, ruang kelas yang luas, dan fasilitas yang lengkap. Metode belajar pun kini lebih bervariasi dan inovatif. Beberapa guru sudah menggunakan pembelajaran berbasis proyek, diskusi kelompok, hingga pemanfaatan teknologi. Misalnya, siswa bisa mengerjakan tugas kelompok secara online atau mengikuti kuis interaktif melalui aplikasi yang membuat belajar menjadi lebih seru. Ini adalah kesempatan besar untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan teknologi dan kerja sama tim. Sekolah juga menyediakan banyak organisasi dan ekstrakurikuler, mulai dari olahraga, seni, literasi, hingga pramuka. Kegiatan ini cocok untuk mencari pengalaman dan juga memperluas pertemanan dan melatih kepemimpinan.Adaptasi di lingkungan baru juga menghadirkan berbagai tantangan. Sebagian siswa mungkin merasa kewalahan dengan aturan baru, seperti pakaian yang berbeda, tata tertib yang lebih ketat atau jadwal pelajaran yang lebih padat. Menyesuaikan diri dengan budaya sekolah atau mencoba berbicara dengan teman baru juga menjadi tantangan. Rasa malu, takut salah atau khawatir tidak bisa diterima dalam lingkungan sosial yang baru adalah hal yang wajar. Namun, hampir semua orang pernah melewati fase yang sama, yang membedakan hanyalah cara kita meresponsnya.Agar adaptasi berjalan dengan lancar, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan oleh siswa baru:Jangan ragu bertanya kepada guru, kakak kelas atau teman jika ada yang belum dipahami.Menuliskan jadwal pelajaran, lokasi ruang kelas atau nama guru bisa membantu mengurangi kebingungan di minggu pertama.Ikut serta dalam organisasi atau ekstrakurikuler bisa menjadi cara untuk membangun koneksi dan mengenal lebih banyak teman.Adaptasi juga butuh waktu yang baik, agar siswa tidak kewalahan dengan tugas maupun kegiatan yang lainnya.Cerita dan dukungan dari keluarga juga penting untuk menjaga semangat.Perjalanan di sekolah baru memang tidak mudah, tapi selalu penuh makna. Dengan sikap proaktif, rasa ingin tahu dan kemauan untuk beradaptasi, setiap tantangan bisa berubah menjadi pengalaman berharga. Jangan takut untuk mencoba belajar dari kesalahan dan membuka diri terhadap hal-hal baru.Ingatlah, setiap langkah kecil yang diambil hari ini adalah bagian dari perjalanan panjang menuju masa depan yang cerah. Selamat datang di sekolah tempat di mana petualanganmu dimulai.

  • Memori Terukir, Masa Depan Menanti

    Hari kelulusan adalah momen istimewa. Ada tawa, haru, dan sejuta kenangan yang berputar di kepala. Setelah bertahun-tahun belajar dan berjuang, akhirnya kita sampai di titik ini: melangkah keluar dari gerbang sekolah dengan senyum bangga.

    Coba ingat-ingat lagi. Dulu, teman-teman mungkin pernah kesal karena tugas menumpuk, atau begadang demi ulangan. Ada momen deg-degan saat dipanggil guru, tapi juga ada tawa lepas bersama teman saat jam kosong. Setiap sudut sekolah punya cerita. Kantin, lapangan, bahkan pojok kelas yang jadi tempat nongkrong, semuanya adalah saksi bisu perjalanan.

    Persahabatan yang terjalin selama ini juga tak akan mudah pudar. Teman-teman yang dulu sering berbagi bekal, mencontek bareng (jangan ditiru ya!), atau sekadar curhat, mereka adalah bagian tak terpisahkan dari memori sekolah kita. Merekalah yang membuat setiap hari di sekolah jadi lebih berwarna.

    Kini, lembaran baru sudah terbentang luas di hadapan kita, menawarkan berbagai pilihan. Mungkin kita akan melanjutkan pendidikan, mencari pekerjaan, atau bahkan mencoba hal-hal baru yang belum terbayangkan. Wajar jika ada sedikit kecemasan, tapi ingatlah bahwa semua bekal yang kita dapatkan di sekolah akan sangat berguna. Ilmu, keterampilan, serta karakter yang terbentuk selama ini — seperti kedisiplinan dan tanggung jawab — adalah modal berharga yang akan menuntun kita melangkah maju dengan keyakinan.

    Jangan pernah ragu untuk bermimpi besar, bahkan jika impian itu terasa sangat jauh. Dunia ini sungguh luas dan penuh kesempatan yang tak terhingga, menunggu untuk kalian manfaatkan. Ada begitu banyak hal baru yang bisa kita pelajari, mulai dari keahlian teknis hingga pemahaman tentang budaya lain. Ada pula tempat-tempat baru yang menakjubkan yang bisa kita kunjungi, memperluas wawasan dan pengalaman hidup kita. Dan tentu saja, ada banyak orang-orang baru yang menarik yang bisa kita temui, yang mungkin akan menjadi teman, mentor, atau bahkan rekan seperjuangan. Jadikan momen kelulusan ini sebagai titik awal yang penuh semangat untuk mulai mengejar dan meraih setiap impian yang kalian miliki, karena potensi dalam diri kalian jauh lebih besar dari yang mungkin kalian bayangkan.

    Kepada para siswa siswi terkasih,

    Terima kasih kembali. Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami, para guru, bisa membersamai perjalanan belajar kalian. Setiap tawa, setiap pertanyaan, dan setiap usaha keras yang kalian tunjukkan adalah pengingat akan semangat dan potensi luar biasa yang kalian miliki. Kami berharap, bekal ilmu dan nilai-nilai yang kami coba tanamkan akan menjadi penerang jalan kalian di masa depan.

    Dan untuk kalian semua, baik yang akan melanjutkan ke jenjang berikutnya maupun yang akan langsung berkarya, ingatlah bahwa ikatan persahabatan yang telah terjalin selama ini adalah harta yang tak ternilai. Jagalah selalu silaturahmi, karena di situlah kekuatan dan dukungan sejati berada. Kami bangga dengan kalian semua, doa kami selalu menyertai setiap langkah kalian.

    Kelulusan bukan berarti akhir dari segalanya, tapi justru awal dari petualangan baru yang penuh tantangan dan kesempatan. Jadi, simpan baik-baik semua memori indah di sekolah ini sebagai bekal berharga, dan melangkahlah dengan penuh semangat menyambut masa depan yang menanti di hadapan kalian. Selamat jalan, teman-teman! Semoga kalian semua sukses di mana pun berada!

    penulis:
    Anis Faidah, S.E
    Guru Ekonomi
  • Senyum Haru di Balik Gerbang: Lulusan 2025 Resmi Dilepas

    Senyum Haru di Balik Gerbang: Lulusan 2025 Resmi Dilepas

    (dok: foto kegiatan Haflah Akhirussanah)

    Tuban, 14 Juni 2025 – Halaman Yayasan Al-Qudsiyah Klotok pagi itu dipenuhi suasana haru, bahagia, dan penuh kenangan. Acara Haflah Akhirussanah tahun ajaran 2024/2025 resmi digelar sebagai momen pelepasan siswa-siswi kelas akhir dari RA, MI, MTs dan MA.

    Dimulai sejak pukul 07.00 pagi, rangkaian acara berjalan khidmat. Ada pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Surat Keputusan, prosesi wisuda, ikrar lulusan, hingga sambutan-sambutan penuh makna. Semua yang hadir seakan larut dalam momen penuh bangga dan tak percaya bahwa hari perpisahan akhirnya datang juga.

    Perwakilan wisudawan menyampaikan pesan yang menyentuh hati. “Perpisahan ini bukan akhir, tapi awal dari petualangan baru. Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk bapak dan ibu guru yang sudah sabar membimbing kami selama ini,” ungkapnya.

    Ketua Yayasan, K. Muhammad S.Pd.I, menjelaskan makna Haflah Akhirussanah sebagai perayaan akhir. Beliau juga berharap agar acara ini membawa keberkahan untuk Yayasan Al Qudsiyah, dan agar semangat keikhlasan guru dalam mendidik terus tumbuh dan tidak pernah padam.

    Dari pengurus yayasan, Bapak Imam Syafi’i menambahkan bahwa pendidikan harus dikelola secara profesional. Mulai dari perencanaan, pengelolaan keuangan, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), sampai kejelasan program kerja yang harus dijalankan dengan niat baik dan tanggung jawab penuh.

    Sementara itu, Bapak A. Hudan Mabruri, M.Pd perwakilan dari Kemenag Kabupaten Tuban turut hadir dan memberikan semangat. Beliau menjelaskan bahwa madrasah saat ini bukan lagi pilihan kedua, tapi sudah jadi yang utama. Di Tuban sendiri, sudah ada madrasah riset, madrasah keterampilan, dan madrasah berasrama, semuanya  fokus dengan keunggulannya masing-masing.

    Setelah sesi penghargaan untuk siswa-siswi berprestasi dan doa penutup dari KH Munir Huda, acara pagi pun selesai.

    (dok: foto kegiatan Pentas Seni Haflah Akhirussanah)

    Tapi belum selesai sampai di situ, Malam harinya, tepat pukul 19.00 WIB, acara dilanjutkan dengan pentas seni. Anak-anak dari KB, RA, MI, MTs, APTQ, hingga MA tampil menunjukkan bakat terbaik mereka. Mulai dari tarian, hafalan, hingga lantunan  nadhoman menghibur para tamu yang hadir.

    Sebagai penutup yang paling ditunggu, Gebyar Sholawat bersama Habib Ahmad Syauqi Alaydrus dan Jam’iyah Sholawat Al Qudsiyah membawa suasana menjadi lebih hangat dan khusyuk. Lantunan sholawat menggema hingga malam larut, menutup hari yang penuh momen berkesan.

    Senyum haru di balik gerbang menjadi simbol perpisahan yang bukan untuk dilupakan, tapi dikenang dengan syukur. Selamat untuk para lulusan 2025. Selamat melangkah ke dunia baru. Semoga ilmu dan pengalaman yang didapat di Al-Qudsiyah jadi bekal untuk masa depan yang cerah.

    penulis:
    Latifun Nurur Rohmah
    Kelas XI-1
  • Bukan Titik, Hanya Koma

    Hari ini kita saling melambaikan tangan.

    Meninggalkan ruang yang penuh kenangan.

    Waktu berjalan, tak bisa ditahan.

    Namun kisah ini tetap di ingatan.

    Langkah boleh menjauh perlahan.

    Namun hati tetap satu tujuan.

    Kita mungkin pisah arah dan jalan.

    Tapi tak berarti lenyap ikatan.

    Jangan anggap ini perhentian.

    Tapi awal dari perjalanan.

    Tak semua perpisahan menyakitkan.

    Kadang ia datang membawa jawaban.

    Kenangan tak akan pernah hilang.

    Ia hidup di tiap ruang dan terang.

    Bersama menapaki jalan panjang.

    Kini tiba saatnya pulang.

    Perpisahan bukan luka yang dalam.

    Melainkan jalan menuju hal yang terang.

    Hari ini mungkin kita berpisah.

    Namun cinta tak akan menyerah.

    Kita bukan terakhir, hanya berpisah.

    Untuk belajar tumbuh dengan pasrah.

    Hari ini kita berpisah arah.

    Tapi bukan berarti kisahnya patah.

    Terima kasih untuk segala cerita.

    Untuk belajar dan jaga cinta.

    Perpisahan ini bukan selamanya.

    Hanya jeda dalam kisah yang sama.

    Perpisahan hanyalah awal cerita.

    Untuk kita bertemu dengan versi yang dewasa.

    penulis:
    Indriyanti
    Kelas XI-2
  • Sampai Jumpa di Puncak Mimpi

    Sinar mentari membanjiri tangga sekolah MA Al Qudsiyah. Debu-debu beterbangan, tertiup angin sepoi-sepoi yg menerobos celah jendela. Di salah satu anak tangga, Ana duduk termenung, memandangi toga di tangannya. Hari ini hari terakhir bersekolah dan besok hari perpisahan sekolah, hari dimana kita merasa senang karena telah menuntaskan pembelajaran, namun juga hari yg menyedihkan karena kita berpisah dengan teman-teman.

    “Rasanya baru kemarin aku masuk sekolah ini,” batin Ana. “Sekarang, semuanya sudah mau berakhir.”

    Pikiran itu membuatnya sedikit sedih. Ia teringat berbagai kenangan indah bersama teman-temanya: ketika mereka bercanda di kelas, ketika mereka mengerjakan tugas bersama, ketika mereka berbagi cerita dan rahasia di kantin, ketika mereka dihukum bersama karna bolos pelajaran. Semua kenangan itu terasa begitu nyata, seperti baru terjadi kemarin.

    Tiba-tiba beberapa teman akrabnya mendekatinya. Cindy salah satu teman akrabnya bertanya “Ngapain, An? Bengong aja”  sambil duduk di sebelahnya.

    Ana menghela napas. “Nggak apa-apa, cuman lagi mikir aja”

    “Mikir apa?”

    “Mikir perpisahan ini. Sedih juga, ya. Setelah hari perpisahan kita udah nggak bareng-bareng lagi”

    Cindy tersenyum. “Iya, tapi kan ini bukan akhir dari segalanya. Kita masih bisa kontak-kontakan, kita bisa ketemuan lagi kan.”

    “Bener banget tuh kita masih bisa main bareng kalau sama-sama ada waktu.”  Sahut Gita

    “Nah bener, tuh. Kita masih punya grup chat, kan? Kita bisa bercanda dan saling nanya kabar lewat grup chat loh.”  Meyla ikut menimpali.

    Ana tersenyum sambil mengangguk pelan. “Benar juga, batinnya. Perpisahan ini bukan akhir. Ini hanya awal dari babak baru dalam hidup kita.”

    Mereka semua terdiam sejenak, menikmati suasana yang cerah. Lalu, Meyla berkata. ” Kamu inget gak, Na? Ketika apel kemarin. pak Baidhowi bilang kalau perpisahan itu seperti koma, bukan titik. Artinya, cerita kita belum selesai. Masih ada bab-bab selanjutnya yg akan kita tulis bersama.”

    “Benar, mari kita lanjutkan kemana arah kehidupan kita masing-masing. Dan tetap saling support satu sama lain.”  Kata Gita

    Cindy mengangguk “Benar kata Gita, mari kita mengejar mimpi masing-masing dan bertemu kembali suatu saat nanti dengan versi kita yg lebih baik dari sekarang.”

    Ana tersenyum, ia teringat kata-kata pak Baid itu. “Benar sekali, batinnya. Kelulusan ini bukan akhir, tapi awal dari petualangan baru. Aku akan melanjutkan pendidikan ke Universitas, mengejar cita-citaku, dan aku akan selalu mengingat masa-masa indah di MA Al Qudsiyah berama teman-teman terbaikku.”

    Mereka berdiri, memandang lapangan sekolah yg ramai. Senyum menghiasi wajah mereka. Perpisahan memang menyedihkan, tapi mereka tahu, persahabatan mereka akan tetap abadi, melewati batas jarak dan waktu. Mereka akan tetap terhubung, saling mendukung, dan menciptakan kenangan baru di masa depan. Karena perpisahan, bukanlah akhir dari segalanya.

    penulis:
    Meyla Dinar Wulan Sari
    Kelas XI-2

  • Kebersamaan Tak Terganti, Pelajaran Abadi

    Sebentar lagi, kami akan meninggalkan bangku sekolah ini. Sulit dipercaya bahwa waktu berlalu secepat itu. Di tempat inilah kami belajar, tertawa, dan mengenal arti kebersamaan.

    Ada banyak kenangan yang akan kami selalu ingat nanti. Seperti suara mengaji di pagi hari, canda tawa teman di sela pelajaran maupun saat jam istirahat tiba, kegaduhan siswa lelaki di pojok ruangan, hingga drama bertema remaja di kehidupan nyata yang justru semakin mempererat kebersamaan kami. Semua itu bukan hanya sekadar cerita, melainkan bagian hidup yang akan kami ceritakan ke anak-anak kami nanti

    Kini, saatnya melangkah ke depan dengan penuh harapan dan doa. Meski impian dan harapan kami berbeda, namun apapun yang kami pilih, semoga kami semua dapat tumbuh menjadi manusia yang berguna bagi sekitarnya, dan dapat terus belajar dari kehidupan kami nantinya. Kami tahu perjalanan tidak akan selalu mudah, tapi kami percaya, bekal dari sekolah ini cukup untuk menghadapinya.

    Dan tentu saja, terima kasih. Untuk guru-guru tercinta, atas ilmu yang diberikan dengan penuh rasa sabar serta kiat-kiat kehidupan yang semoga dapat berguna bagi kedepannya. Untuk teman-teman seperjuangan, terima kasih atas setiap momen yang tak ternilai harganya ini, momen yang tercipta di sela canda, tawa, dan tangis bersama. Dan untuk sekolah ini, yang akan selalu jadi bagian dari hati kami. Terima kasih semuanya! Fighting!

    Perpisahan bukan akhir. Ini hanya awal dari babak baru.

    penulis:
    Mirna Ayu Rahmawati
    Lulusan Terbaik I 2025
  • Rasa

    Matahari jam 14.00
    Harusnya berteriak nanar
    Tapi ini terasa sejuk penuh janji
    Bahwa sepi akan terisi
    Bahwa sayang akan mengayomi
    Celoteh yang biasa hadir akan terasa kembali
    Madrasah Aliyah Al Qudsiyah
    Menjadi rasa dalam bingkai peristiwa
    Masa ke masa menjadi tonggak asa
    Kita bersua bukan hanya di depan meja
    Tapi ini tentang saat di mana cita cita
    Menjadi batu umpak yang meraksasa
    Rasakan gemuruhnya kawan
    Meski tak selalu berpegang tangan
    Teguhlah kaki dan hati
    Karena sumpah ini adalah sumpah amukti
    Lirih hati berbisik, tahan sakit dan tangismu
    Sebentar saja hingga senja
    Lalu..
    Sambutlah mentari pagi dengan senyum beratmu.
    Aku tahu itu
    Aku tahu kamu mampu.


    penulis:
    Ach. Baidhowi, S.Pd.I
    Kepala MA Al Qudsiyah

  • Kau dan Aku di Obelix Sea View

    Aku ingin berlari pergi

    Di antara batu-batu kapur yang panas

    Biar goresan perih ilalang membekas saja

    Mungkin pilu ini hilang tertutup sakitnya

    Mata sembab tertunduk kaki lesu melemah di lutut

    Aku tak sanggup

    Gumamku pada angin yang mendera

    Aku lihat matahari tanpa cahaya

    Aku lihat bumi tanpa gagahnya

    Aku melihatmu

    Aku merasaimu

    Aku hilang dalam sadarku

    Aku hanya hening yang memabukkan

    Aku tak sanggup

    Gumamku pada senja yang tak indah

    Meski itu di Obelix Sea view

    Aku ingin pergi saja

    Ingin ku mengadu pada dunia dan malaikat penjaga

    Mereka hanya diam

    dasar kalian

    Aku tak sanggup

    Gumamku Padamu yang meraja

    Aku ingin pergi saja

    Untuk sebentar saja

    lenyap dalam semesta

    penulis:
    Ach. Baidhowi, S.Pd.I
    Kepala MA Al Qudsiyah